Berita

Industri asuransi dan dana pensiun mencatatkan peningkatan investasi hingga Mei 2017. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi dana pensiun meningkat menjadi Rp 243,97 triliun.

BPS: Ekspor Juli 2019 Capai US$ 15,45 M, Impor US$ 15,51 M

  News      bandi
15 August 2019

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hasil ekspor-impor dan neraca perdagangan bulan Juli 2019.


Kepala BPS Suhariyanto menyampaikan konferensi persnya di Gedung BPS, Kamis (15/8/2019).


"Ekspor pada Juli 2019 capai US$ 15,45 miliar. Turun 5,12% dibandingkan Juli 2018," kata Suhariyanto.


Berikut nilai ekspor berdasarkan sektor:


Pertanian : Naik 4,51% menjadi US$ 0,31 miliar

Industri pengolahan : Turun 2,75% menjadi US$ 11,51 miliar

Pertambangan : Turun 26,07% menjadi US$ 2,02 miliar

Migas : Naik 13,35% menjadi US$ 1,61 miliar.


"Sementara nilai impor US$ 14,51 miliar. Angka ini turun 15,21% dari Juli 2018," kata Suhariyanto.


Berikut nilai ekspor berdasarkan penggunaan barang:


Konsumsi : Turun 14,49% menjadi US$ 1,46 miliar

Bahan baku/Penolong : Turun 17,76% menjadi US$ 11,27 miliar

Barang Modal : Turun 3,52% menjadi US$ 2,78 miliar


Dengan perhitungan impor yang lebih tinggi, maka neraca perdagangan Juli 2019 mencatatkan defisit US$ 60 juta. "Defisit tipis. Tepatnya di US$ 63,5 juta," kata Suhariyanto.


Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan ekspor pada Juli terkontraksi alias turun 11,59% year-on-year (YoY) dan impor negatif 19,38% YoY. Sementara neraca perdagangan diperkirakan defisit US$ 384,5 juta.