Menunggu Investasi Dana Pensiun dan Asuransi Banjiri Bursa Saham

Bareksa.com – Kinerja di sepanjang 2016 menjadi bekal bagi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjadi lebih baik pada tahun ini. Apalagi, kondisi ekonomi yang membaik diperkirakan akan membawa capital inflow di pasar modal.

Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, memperkirakan target-target BEI seharusnya bisa naik dengan potensi yang ada, salah satunya capital inflow. Dari situ, kata Tito, banyak yang percaya tingkat suku bunga akan turun dan diikuti penurunan yield surat utang.

“Dengan begitu, investasi akan naik, khususnya investasi saham,” ungkap Tito, Rabu, 21 Juni 2017. Tito melihat, salah satu yang akan mengambil peluang ini adalah industri asuransi dan dana pensiun. Sebab industri asuransi dan dapen akan merealokasi investasi ke saham.

Tito bercerita, asuransi dan dapen di luar negeri mulai banyak mengalirkan dana ke saham. Dengan kondisi ekonomi yang ada saat ini, Tito pun memperkirakan permintaan saham dari asuransi dan dapen akan naik.

Selama ini, asuransi dan dapen punya target yield berkisar 9,5 persen sampai 10 persen setahun. “Nah, karena bunga turun, tidak mungkin mereka di deposito terus. Pasti ke saham,” katanya.

Tito pun optimistis, portofolio investasi saham oleh perusahaan asuransi dan dapen bisa mencapai 30 persen dari total investasi mereka. Untuk itu, Tito menegaskan, BEI tidak bisa tinggal diam.

“Karena itu, harus tambah emiten. Kami harapkan juga privatisasi anak usaha BUMN berjalan. Nanti ada juga kan securities financing yang akan meningkatkan transaksi lending dan borrowing. Kami juga usahakan Perusahaan Pembiayaan Efek bisa membiayai IPO,” terang Tito.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), portofolio investasi asuransi paling besar berasal dari asuransi jiwa. Per April 2017, nilainya mencapai Rp 369,72 triliun. Dari jumlah itu, investasi yang mengalir ke saham mencapai Rp 120,18 triliun.

Dengan catatan itu, portofolio investasi saham oleh perusahaan asuransi jiwa mencapai 32,5 persen dari total investasi. Angka ini naik tipis dari periode Maret 2017 yang sebesar 32,4 persen. Pada Maret 2017, total investasi asuransi jiwa mencapai Rp 365,22 triliun dengan portofolio investasi saham Rp 118,23 triliun.

Tabel: Portofolio Investasi Asuransi Jiwa Tahun 2017

Sumber: OJK

Sementara itu, dana pensiun yang punya portofolio investasi Rp 241,64 triliun per April 2017, sekitar Rp 30,25 triliun mengalir ke saham. Artinya, portofolio saham mewakili 12,5 persen dari total portofolio investasi.

Pada Maret 2017, portofolio saham juga mewakili 12,5 persen dari total portofolio investasi dapen yang nilainya sebesar Rp 29,93 triliun.

Tabel: Portofolio Investasi Dapen Tahun 2017

Sumber: OJK