Berita

Industri asuransi dan dana pensiun mencatatkan peningkatan investasi hingga Mei 2017. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi dana pensiun meningkat menjadi Rp 243,97 triliun.

Jelang Tutup Tahun, BI Tahan Suku Bunga Acuan 5 Persen

  News      bandi
19 December 2019

Jakarta, CNN Indonesia -- Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan (BI 7 Days Reverse Repo Rate/7DRR) di posisi 5 persen pada November 2019. Begitu pula dengan tingkat suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing tetap di 4,25 persen dan 5,75 persen.


"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18-19 Desember 2019 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 5 persen," ucap Gubernur BI Perry Warjiyo di Kompleks Gedung BI, Jakarta, Kamis (19/12).


Perry mengatakan keputusan ini dipengaruhi oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia sebesar 3 persen pada tahun ini. Proyeksi ini terpengaruh hubungan dagang Amerika Serikat dan China yang membaik dengan kesepakatan yang baru saja terjadi pekan lalu.


Selain itu, ada titik terang dari proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit). Hanya saja, sejumlah risiko geopolitik diperkirakan masih berlanjut.


"Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan 3 persen pada 2019, menurun dari posisi 3,6 persen pada 2018. Kami perkirakan meningkat secara terbatas menjadi 3,1 persen pada 2020," ucap Perry.


Sementara dari dalam negeri, bank sentra memperhitungkan sejumlah indikator. Pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia di sekitar 5 persen persen pada kuartal IV 2019.


Menurutnya, aturan omnibus law yang sedang digodok pemerintah akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Aturan itu akan mempengaruhi iklim investasi di dalam negeri.


"Kemudian konsumsi juga masih bagus. Investasi juga akan bagus. Itu yang akan dorong pertumbuhan ekonomi," tutur Perry.


Kedua, neraca pembayaran kuartal IV 2019 yang diperkirakan membaik, sehingga menopang ekonomi di tengah tekanan eksternal. "Ini dipengaruhi surplus transaksi modal serta defisit transaksi berjalan yang terkendali," ujarnya.


Ketiga, cadangan devisa tercatat sebesar US$126,6 miliar. Jumlah ini setara pembiayaan 7,5 bulan impor dan di atas kecukupan internasional. Keempat, nilai tukar rupiah terapresiasi sebesar sekitar 2 persen sejak awal tahun.


"Penguatan rupiah didukung oleh pasokan valuta asing dan aliran modal asing yang relatif besar sejalan dengan prospek ekonomi yang terjaga," ungkapnya.


Kelima, inflasi juga dinilai masih stabil. Perkiraannya, inflasi berada di bawah titik tengah target sebesar 3,5 persen plus minus 1 persen pada 2019.