Berita

Industri asuransi dan dana pensiun mencatatkan peningkatan investasi hingga Mei 2017. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi dana pensiun meningkat menjadi Rp 243,97 triliun.

Lion Diisukan Ingin Raih US$1 Miliar dari IPO, Edward Sirait: Nilainya Cukup Besar

  News      bandi
10 October 2019

Bisnis.com, JAKARTA -- Lion Air Group mengkonfirmasi adanya rencana penawaran saham ke publik atau initial public offering (IPO) dalam waktu dekat sembari mengamati respons pasar.


Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait menyatakan perusahaan sedang mempersiapkan rencana IPO tersebut dengan matang. Dana yang ditargetkan cukup besar, tetapi tanpa menyebutkan nilai spesifik.


"Kami sedang siap-siap, jumlah [nilai emisi] cukup besar. Namun, masih dianalisa," kata Edward kepada Bisnis.com, Rabu (9/10/2019).


Dia menambahkan aksi korporasi tersebut akan dapat dipastikan setelah mendapat hasil kajian terhadap respons pasar. Berdasarkan informasi yang beredar maskapai milik Rusdi Kirana ini menargetkan dapat menghimpun dana hingga US$1 miliar melalui IPO tersebut.


Isu mengenai rencana mini expose tersebut muncul dari pernyataan Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna Setya. PT Lion Mentari Tbk. yang mengoperasikan maskapai Lion Air bakal menjadi emiten.


"Lion nanti dalam minggu depan mini expose. Ke depan juga lumayan, dari 30 [pipeline IPO] tentunya relatif sekuensial untuk mini expose akan cukup banyak," kata Nyoman.


Dia juga tidak menyebut total nilai emisi yang ditargetkan Lion Air dalam aksi korporasi tersebut. Diharapkan calon emiten yang sudah masuk ke dalam pipeline BEI dapat menyampaikan informasi secara lengkap sehingga otoritas bursa bisa memproses prosedur IPO dengan lebih cepat.


Selain itu, bursa juga masih menunggu calon emiten yang ingin menjadi perusahaan tercatat dengan menggunakan buku audit Juni 2019.


Pada Rabu (9/10/2019), jumlah perusahaan tercatat di BEI telah mencapai 40 emiten dengan masuknya PT Trinitan Metals and Minerals Tbk. Apabila ditambah dengan 30 perusahaan lagi yang masih dalam pipeline, maka jumlah perusahaan tercatat mencapai posisi tertingginya sepanjang sejarah yaitu sebanyak 70 emiten.