Berita

Industri asuransi dan dana pensiun mencatatkan peningkatan investasi hingga Mei 2017. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total investasi dana pensiun meningkat menjadi Rp 243,97 triliun.

Tekanan Global Disebut Bikin Bank Selektif Kucurkan Utang

  News      bandi
09 September 2019

Jakarta, CNN Indonesia -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menilai tantangan perbankan nasional akan semakin meningkat pada tahun depan, sehingga diperkirakan lebih selektif mengucurkan kredit di tengah tekanan ekonomi global saat ini.


"Tantangan-tantangan ini mungkin akan menekan permintaan kredit perbankan nasional. Pada saat yang bersamaan bank-bank nasional pun akan lebih selektif," ungkap Direktur Keuangan Panji Irawan, Senin (9/9).


Tantangan global yang dimaksud yakni, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang juga belum memperoleh titik temu. Ditambah lagi, harga komoditas yang terus melemah beberapa waktu terakhir.


"Perang dagang akan berdampak negatif terhadap ekonomi global karena akan menurunkan volume perdagangan dunia. Lalu pada akhirnya bisa menekan pertumbuhan ekonomi dunia," ucap Panji.


Panji menilai perang dagang berdampak negatif bagi kinerja ekspor Indonesia. Selain karena volume perdagangannya yang turun, harga komoditas yang terkoreksi juga berpengaruh pada kinerja ekspor.


Sebagai gambaran, harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) saat ini sudah berada di level US$500 per ton. Padahal, rata-rata harga komoditas itu pada 2017 lalu masih di level US$648 per ton dan 2018 sebesar US$556 per ton.


Hal yang sama terjadi pada harga batu bara. Panji menyatakan harganya saat ini turun ke level US$65 per ton. Sementara, pada 2017 lalu harganya di level US$100 per ton dan 2018 sebesar US$88,3 per ton.


Walaupun demikian, Panji masih optimistis dengan beberapa sektor yang dipandangnya masih prospektif dan mendorong kinerja perusahaan. Beberapa sektor yang dimaksud, yakni jasa kesehatan, farmasi, pendidikan, ekonomi kreatif, dan pariwisata.


"Kami juga masih optimistis dengan pertumbuhan di sektor infrastruktur, lalu sektor telekomunikasi sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan penetrasi pengguna internet," jelas Panji.


Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perbankan nasional di level 22,6 persen per Juni 2019. Sementara, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) turun tipis dari 2,67 persen menjadi 2,5 persen.


Dari sisi kinerja Bank Mandiri, penyaluran kredit perusahaan per semester I 2019 sebesar Rp820 triliun atau naik 9,5 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, perusahaan membukukan laba bersih sebesar Rp13,53 triliun atau naik 11,1 persen dari sebelumnya Rp12,17 triliun.